Bagai Langit dan Bumi

Ok.. wanita yang duduk di meja seberang sana dan sedang tertawa itu, namanya Bumi. Bumi memang tak sesexy wanita di club malam itu, tak sepintar wanita yang jago bahasa inggris itu, tak sefeminin wanita highheels itu, tak semenor wanita kaya itu, tak seberuntung miss branded itu, tak setenar wanita highclass juga. Bahkan dia selalu terlihat bodoh bila berbicara dengan laki-laki yang ada di hadapannya itu, Langit. Tapi tanpa harus di sengaja, dia sanggup membuat Langit melihatnya sekali. Dari malam itu sampai saat ini.

Bumi hadir untuk Langit tak seperti dugaan semuanya. Bumi memang tak butuh semuanya seperti apa yang kalian butuhkan, dia tak pernah berpikir seperti apa yang kalian semua pikirkan, dia tak pernah meminta seperti apa yang kalian minta bahkan dia juga tak pernah berharap seperti apa yang kalian semua, wanita-wanita harapkan dari Langit. Saking Bumi seperti itu, Langit pun tak sanggup bila harus tak melihatnya lagi. Dari malam itu sampai saat ini…

Bumi tersenyum pada Langit. Dari malam itu..

Langit melihat Bumi. Selalu..

Langit memilih Bumi. Pada akhirnya..

Berhenti mengatakan ini kisah cinta ‘Bagai Bumi dan Langit’. Bagaimana kalo kalian ibaratkan ini seperti kisah cinta Cinderella di lamar sang Pangeran. Terdengar lebih menyenangkan kan? Jadi pliss, berhentilah menghina Bumi. Jangan menganggap kalian semua lebih pantas mendampingi Langit ketimbang Bumi. Ketahuilah.. ketika kalian menghina Bumi, pada akhirnya kalian harus mengerti seperti apa diri kalian yang menjadi kaum munafik. Pura-pura baik di depan, dalam hati kalian terus mencari cela Bumi. ‘Apa hebatnya Bumi?’ ‘Kenapa Langit tak memilih aku?’. Mungkin itu yang selalu menjadi pertanyaan kalian. Oh…

Ini bukan DramaQueen bila kalian temukan Langit memilih Bumi yang jauh dari kesenangan dunia Langit beserta segala isinya. Bukan juga rekayasa alam bila Langit memilih Bumi yang lekat dengan bau tanah berdebu tak berkasta.

Bumi bukan penggoda. Dia tak pintar menggoda. Dia tak punya kepintaran apa-apa malah. Tapi jangan pikir Bumi bodoh ya. Dia tahu semua kenakalan iri hati kalian. Pun begitu Bumi tetap senyum :)

Di meja itu, Bumi dan Langit bertemu. Duduk berdua. Menghirup udara yang sama. Jantung yang beda detak, tapi satu nadi. Sama-sama bertemu jodoh di matanya. Romantis..

Bumi tak pernah berhenti tertawa. Langit pun mengiyakan. Apa yang Bumi lakukan membuat Langit susah untuk tak mencintainya..

-Mungkin ini yang namanya kodrat alam. Hal yang wajar bila semua wanita berguman dalam hati mencari kelemahanku bersamanya. Teruslah seperti itu………..-


♥, sitauLon

~ by uLon,, on May 27, 2010.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.