dia padaku

Dia datang padaku. Dengan permisi tanpa pamit namun tetap di sini. Di hantarkan oleh malam kesekian dari hitungan bulan Januari. Begitulah awalnya..

Mulailah aku bercerita..

Ini lebih dari sekedar catatan isi hati seorang wanita. Ini tentangku juga tentangnya. Ini tentang bahagiaku juga bahagianya. Ini tentang Pria dan Wanita. Sekalipun ini juga tentang cinta dan air matanya..

Banyak tanya yang harus ku jawab untuk hasil ini semua. Seperti halnya menanyakan padaku seolah Dunia ini hanya ada aku wanita sendiri, dan begitu banyak pilihan nama Pria, tapi kenapa justru aku memilih Dia? Sama juga kalo kita bertanya pada Dia, kenapa Dia memilih aku? Lalu kenapa tak kita sudahi saja semua pertanyaan ini dengan mendoakan bahwa Dia adalah jodohku dan aku adalah jodoh Dia? Kurasa itu terdengar lebih menyenangkan, ya kan?

Pernahkan kamu merasa yakin dengan seseorang dari pertama ketemu sampai kamu benar-benar yakin padanya? Pernahkah kamu merasa yakin semampu kamu bisa yakin, ketika ada seseorang datang melamarmu? Dan aku belum pernah merasa seyakin ini. Itu semua karena Dia padaku. Ada semacam kumpulan perasaan bahagia seolah tak mau di jelaskan sepeti apa rasanya. Mungkin seperti inilah impian semua wanita, termasuk aku. Dan aku mengalaminya. Sekarang ini. Aku bahagia..

Dia lain bukan beda. Dia tak perlu waktu lama tuk mengenalku, namun mampu meyakinkanku. Dia datang seperti doa di setiap bercandaku. Dia mirip seperti Pria harapku. Dia serius dalam bercandanya sekalipun bercanda menjadi serius baginya. Dia jarang memuji, sering kali tak acuh.. tapi dia menyayangiku, lebih. Dia jarang tertawa, sering kali meledekku.. tapi dia mencintaiku, lebih. Bukankah Pria seperti Dia benar tentang cintanya padaku. Lalu bagaimana aku tak menolak tuk tak menerima Dia?

Kamu tahu, banyak yang harus di korbankan di sini, termasuk untuk keputusan paling berani dalam hidupku, sampai dengan hari ini. Jadi bagaimana? Apakah sekarang aku pantas mendapatkan bahagiaku?

Dalam ingatanku, Dia adalah Lelaki Pianoku dan aku adalah Penari Hujannya. Tak percaya besok Dia kan datang melamarku. Dan aku malu *_*

Pati, 01 mei 2010

-tertulis di hari sebelum hari Dia melamarku-


BigkissBighug,

♥, sitauLon

~ by uLon,, on May 6, 2010.

4 Responses to “dia padaku”

  1. jd kapan nikah sit?

    seneng dengernya ^^

  2. makasiihh :)
    insyaAllah secepatnya.. doakan kami :)

  3. sit…
    i think we have the same issue here
    till now..im still asking the same question..
    tapi anehnya…aku sama sekali tidak merasakan keraguan akan dirinya padaku…since the first time we meet..i just knew that i want him…

    thanks for your post…
    u reminds me those feelings..

    and congratulation ya nduk…
    welcome to the riweuh club

  4. dear deenaarrr. selamat juga untuk kamu ya sayang :)
    im hepyy for yu, welcome to the riweuh club hahahahaha..

    ketika aku mengiyakan lamarannya, aku langsung yakin bahwa dialah jodohku hkwkwkwkww, malu malu maluu…

    skrg siap-siap untuk langkah selanjutnyaaa.. segeraaaaa hahahahahaa….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.